Aliran Dalam Agama Islam

Indonesia merupakan sebuah negara yang terdiri dari berbagai kepercayaan. Salah satu agama yang dianut oleh banyak orang yaitu islam. Dimana dalam perkembangannya, agama islam itu sendiri terbentuk dari berbagai macam hal. Tidak jarang juga terjadi suatu kegagal pahaman suatu tafsiran dalam kepercayaan islam sehingga menimbulkan perpecahan akan satu aliran besar yang utuh hingga menjadi beberapa bagian kecil. Diantara sekian banyak aliran dalam islam, terdapat beberapa pemahaman dan kepercayaan yang sama diantaranya. Namun juga ada beberapa hal yang bertentangan diantara para anggota dari aliran-aliran tersebut.

Faktor bisa terjadinya begitu banyak jumlah aliran ini tidak dapat dipisahkan dari hasil pencerahan maupun tindakan yang dianggap masyarakat pengikutnya akan suatu kebenaran hingga di masa modern ini terus berkembang atas faktor yang memberi kebebasan bagi setiap pemeluknya untuk dapat mempercayai pemimpin agamanya hingga setiap ajaran yang diterimanya dari sosok pemimpin tersebut. Beberapa diantaranya ada yang tidak terlalu mempermasalahkan perbedaan ini, namun di sisi lain beberapa aliran justru sangat mempermasalahkan perbedaan diantara mereka hingga bahkan sampai mengatakan para anggota yang berbeda darinya sebagai sosok yang dikafirkan sebagai pewaris penghukuman yang kekal di neraka kelak. Tidak jarang juga perpindahan kepercayaan atau keanggotaan akan aliran ini terjadi akibat dari beberapa faktor seperti peperangan, atau atas dasar kemauan sendiri dari pihak yang ingin mengganti kepercayaannya.

Alasan Munculnya Aliran-Aliran Ini

Berbagai aliran yang begitu banyak dari agama islam ini terbentuk atas berbagai hal seperti peperangan atau juga perbedaan pendapat diantaranya beberapa orang. Teknik pengajaran dalam agama islam itu sendiri sebenarnya sudah tersebar berdasarkan beberapa versi atau aliran di dalamnya. Namun berbagai bentrok maupun pemahaman yang berbeda antar beberapa orang berperan penting dalam memberi aneka perbedaan yang semakin luas diantaranya. Seperti salah satu masalah utama yang sering menimbulkan jurang perbedaan yang semakin lebar antara berbagai aliran islam ini yaitu dalam persoalan politik. Setelah melalui perkembangan yang panjang, berikutlah aliran dalam islam yang memiliki sejarahnya hingga dapat bertahan hingga masa kini:

Ahlus Sunnah wal Jama’ah

Seorang Sunni atau Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang disebut juga Aswaja adalah seorang pengikut Nabi maupun para sahabatnya, tidak hanya terbatas pada Nabinya saja. Aliran ini dicetuskan oleh seorang Ustadz bernama Rizki Nugroho, pengajar dari Pondok Pesantren Nuruh Hijrah. Sumber hukum yang berlaku dan digunakan oleh aliran ini adalah Alauran dan Al-Hadist. Dimana aliran ini juga mengakui akan Ijma dan Qiyas sebagai sumber juga dari hukumnya, selain mempercayai Alquran sebagai pusat hukum yang terutama.

Syi’ah

Aliran Syi’ah merupakan aliran dalam islam yang mengikuti ucapan dari Khafilah Ali bin Thalib, yang disebut sebagai seorang pemimpin dengan watak yang baik. Gambaran dari aliran ini adalah mereka yang menolak kepemimpinan dari tiga Khalifah dalam islam, yang disebut oleh orang Arab sebagai kaum Sunni. Mereka memusatkan kegiatan spiritual dan keagamaannya yang berpusat pada keturunan nabi Muhammad SAW. Aliran Syi’ah ini juga cenderung menjadi pengikut fanatik dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib KW. Aliran ini dipercaya muncul sejak masa akhir dari pemerintahan Usman bin Affan, dan mulai bertumbuh hingga berkembang secara pesat di masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib.

Khawarij

Kata Khawarij itu sendiri berasal dari kata Kharijiy yang memiliki arti keluar. Menurut sejarahnya, aliran ini timbul sebagai bentuk ketidaksetujuannya perdamaian di antara Sayidina Ali bin Abi Thalib dengan Muawiyah saat perang siffin berlangsung. Sosok penganut Khawarij diberikan kepada mereka yang keluar dari golongan Sayidina Ali, atau dapat disebut juga keluar dari golongan Nabi Muhamad. Aliran ini menganggap Ali serta orang-orang yang menyetujui perjanjian perdamaian tersebut telah melakukan dosa yang begitu besar. Bahkan orang-orang itu disebut sebagai orang kafir, dan halal jika dibunuh. Salah satu aturannya yang dianggap cukup keras yaitu jika terdapat orang dengan pemahaman yang berbeda, maka baik itu anak maupun istrinya boleh untuk dibunuh, ditawan, hingga dijadikan budak. meskipun begitu, masih terdapat pendapat lain yang berbeda dengan pemahaman ekstrim tersebut. Yaitu dimana orang-orang tersebut tidaklah merupakan mukmin maupun kafir, maka sosok-sosok tersebut tetap tidak boleh untuk dibunuh. Orang yang menganut aliran ini juga menganggap bahwa surat Yusuf seharusnya tidak masuk ke dalam Alquran, melainkan surat itu hanya menceritakan akan kisah cinta saja.

Mu’tazilah

buku ditulis Harun Nasution: Mu’tazilah adalah golongan yang membawa persoalan teologi lebih dalam yang bersifat filosofi. Dalam persoalan agama, kaum Mutazilah lebih berpikiran logis dan menggunakan akal untuk berpikir secara rasional. Mereka juga dijuluki “kaum rasional islam”.

Aliran ini di mulai dari pengusiran Wasil bin Atha dan Amir bin Ubaid temannya yang diusir oleh Hasan al Basri, dimana Hasan al Basri ini merupakan guru dari Wasil bin Atha dan Amir bin Ubaid. Tindakan ini terjadi akibat dari perselisihan mengenai orang berdosa besar. Selanjutnya Hasan Al Basri sang guru menyebutkan bahwa Wasil bin Atha telah menjauhkan  dirinya dari mereka. Dimana kemudian Wasil bin Atha beserta kelompoknya disebut sebagai kaum Mu’tazilah. Aliran Mu’tazilah ini menganggap bahwa orang islam sekalipun melakukan dosa yang besar tidak disebut menjadi kafir ataupun mukmin, hanya berada di antara kedua posisi tersebut. Aliran ini juga hanya mengakui Isra Rasulullah ke Baitul Maqdis namun tidak mengakui Mi’rajnya ke langit. Hal lain yang tidak dipercayai aliran ini adalah mengenai azab kubur, adanya malaikat pencatat amal maupun hisab sebagai timbangan dalam alat untuk mengukur amal, arsy, kursi Allah serta syafaat nabi yang dilangsungkan pada hari kiamat.

Murji’ah

Murji’ah berasal dari kata Ijra yang berarti menangguhkan. Kata ini muncul pada abad pertama di tahun hijriah, dimana terjadi akibat perbedaan dari dua pendapat yaitu yang berasal dari kaum Syiah dan Khawarij. Kaum Syiah menganggap bahwa para sahabat nabi menjadi sosok yang dianggap kafir. Dimana para sahabat ini dianggap telah melakukan penghinaan akan Kekhalifahan dari Ali. Sedangkan kaum Khawarij mengkafirkan tidak hanya kaum Ali, melainkan juga kaum Muawiyah. Maka sejak saat itulah muncul kelompok yang disebut umat islam, dimana mereka menjauhkan dirinya dari segala hal yang berbau kafir maupun keturunan yang dianggap berasal dari golongan kafir.

Aliran Murji’ah ini muncul sebagai reaksi atas kemunculan dua kelompok tersebut. Dimana mereka tidak mau terlibat dalam tindakan mengkafir-kafirkan orang lain, seperti yang dilakukan oleh kaum Khawarij. Bahkan tindakan itu bagi aliran Murji’ah dianggap sebagai sebuah dosa besar yang dilakukan manusia. Seperti pernyataan yang diujarkan oleh Ustadz Asroni Al Paroya, seorang ketua dari forum komunikasi DAI muda Indonesia untuk wilayah Jakarta Timur. Aliran Murji’ah menganggap terdapat dua aliran dalam islam, yaitu yang terbagi menjadi golongan Moderat dan golongan Ekstrim. Golongan Moderat menganggap bahwa orang yang melakukan dosa tidaklah hanya kaum kafir sehingga mereka tidak akan dihukum secara kekal di neraka. Sedangkan golongan Ekstrim menganggap bahwa orang islam yang percaya kepada Allah dan kemudian menyatakan wujud kekufurannya secara lisan tidak disebut sebagai kafir, karena ia telah memiliki iman di dalam hatinya. Sehingga orang tersebut dapat terlepas dari hukuman kekal di neraka sekalipun dalam hidupnya turut melakukan ritual keagamaan seperti yang di kerjakan orang dengan agama lain. Sehingga perbedaan kedua ajaran ini mengakibatkan perbedaan cara pandang dari pemeluknya dalam mengkafirkan berbagai orang.

Qadariyah

Aliran ini menganggap bahwa segala tindakan yang dilakukan oleh manusia tidak dapat diintervensi oleh Allah. Lebih jelasnya aliran ini memiliki pendapat bahwa setiap orang menjadi pencipta atas segala perbuatannya dan bertanggung jawab kepada dirinya sendiri. Sehingga segala perbuatannya dilakukan atas kehendak dan keinginan dari dirinya sendiri tanpa ada rasa harus bertanggung jawab kepada pihak lain. Para orang yang memegang kepercayaan ini juga tidak percaya akan takdir dalam hidupnya. Segala sesuatu dipercaya terjadi secara kebetulan. Aliran ini berkembang menekankan akan sosok manusia dengan segala kekuatan dan kemampuan yang dimilikinya dari dirinya sendiri. mereka tidak percaya akan sosok Allah sebagai pencipta dari segala sesuatu, mirip dengan pemikiran kaum Liberal maupun kaum Agnostik hingga bahkan kaum Atheis yang tidak terlalu mempercayai akan sosok Tuhan.

Jabariyah

Aliran ini adalah suatu kelompok yang merupakan sekte bid’ah di dalam akidah yang mulai muncul sejak abad ke-2 di tahun hijriah, yang tepatnya dimulai dari daerah Khurasan (atau yang sering juga disebut Khorasan dalam pelafalan Persia). Daerah ini merupakan suatu kota tempat peradaban islam di Persia yang sekarang dijadikan cagar budaya oleh pemerintah setempat. Ada beberapa pihak yang menganggap bahwa daerah Khurasan ini sekaligus menjadi tempat keluarnya dajjal.

Aliran Agama yang Tidak Ada di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan aneka keberagaman. Salah satunya terlihat dari aneka macam kepercayaan nasional hingga daerah-daerah tertentu yang diterapkan di Indonesia. Meski begitu, ada beberapa kepercayaan yang hanya diakui di luar negeri dan tidak turut serta dipercayai di Indonesia ini. Entah karena hal itu dianggap agak aneh atau tidak sesuai dengan pemikiran masyarakat Indonesia, atau bahkan bertentangan dengan Pancasila sebagai ideologi yang dipercayai oleh orang Indonesia.

Berbagai kepercayaan berikut bahkan dianggap agak unik hingga sampai terlalu imajinatif. Melandasi banyak kepercayaannya dari aneka keinginan yang agak berlebihan, hingga kisah fiksi yang pernah diikutinya. Tidak banyak juga asal muasal dari kepercayaan ini yang tercetus akibat rasa keinginan akan bentuk suatu hal yang sempurna untuk dapat terjadi di dunia ini. Sehingga berakhir dengan mencari orang yang memiliki harapan sama sepertinya untuk membentuk suatu kelompok dengan konsep membuat suatu kepercayaan baru. Beberapa standar dari kepercayaan dapat dibentuk dengan lebih bebas dan tidak terlalu dikekang di luar negeri. Hal ini mengakibatkan berbagai tindakan seperti menciptakan agama maupun kepercayaan baru tidaklah menjadi suatu hal yang sulit untuk dikerjakan. Ditambah dengan faktor banyaknya orang yang memiliki harapan idealis kondisi dunia yang seperti surga berhasil membuat beberapa kepercayaan ini berhasil diciptakan. Berikutlah rincian beberapa dari kepercayaan unik yang didirikan aneka macam orang di seluruh dunia ini.

1. Church of All Worlds

Kepercayaan ini memiliki pedoman dalam ritual beragama yang cenderung terkesan agak terlalu imajinatif seperti layaknya dalam kisah fiksi. Kemunculan dari agama ini terinspirasi dari sebuah kepercayaan yang dicantumkan dalam kisah sebuah novel yang berjudul Stranger in a Strange Land. Dimana agama yang dianut oleh kelompok ini berdasarkan akan ide fiktif dari cerita yang dirancang oleh manusia akan sosok Tuhan yang dipercayainya. Agama unik ini juga menyukai konsep yang dianggapnya antik maupun imajiner melebihi akal logika manusia. Sehingga mereka percaya akan sosok yang melebihi manusia seperti Allah Bapa dalam kepercayaan orang Kristen, serta Dewa-dewa Yunani dan mencampurkan seluruh sosok petinggi dalam kepercayaan itu menjadi satu. Nama kepercayaan ini sendiri juga sudah menyatakan bahwa kelompok ini sebagai wadah yang menyatukan segala macam kepercayaan secara bebas dan terbuka tanpa ada batasan atau kemungkinan untuk ditolak diantara segenap anggotanya. Kepercayaan ini dibentuk oleh seorang bernama Zell Ravenheart di tahun 1962. Bahkan setelah membentuk kepercayaan ini, Zell Ravenheart pun mendirikan sebuah sekolah sihir yang persis menyerupai cerita dalam novel dan film Harry Potter. Sungguh begitu ajaib pemikiran akan hal ini!

2. Jediism

Agama ini memiliki kepercayaan dengan agama pertama yaitu Church of All Worlds yang sedikit tercipta akibat kepercayaan akan kondisi fiksi yang tidak nyata. Kepercayaan ini muncul dan dibentuk oleh George Lucas, sebagai sosok yang akrab dengan film Star Wars. Atas rasa begitu besarnya kekaguman George Lucas akan film tersebut, ia sampai menciptakan suatu kepercayaan untuk menyampaikan kekagumannya sambil mengumpulkan orang yang memiliki kesamaan dengannya, yaitu sama-sama mengagumi film imajinatif tersebut. Para anggotanya mempercayai kekuatan Jedi yang menjadi salah satu tokoh dari film Star Wars tersebut. Dengan menyebut diri mereka sebagai anggota Jediism, praktek acara keagamaan yang dilakukan seperti membawa buku berukuran tebal, menggunakan jubah berbahan nilon hingga membawa pedang dari bahan lampu yang menyala saat berkumpul bersama.

Para anggota dari kepercayaan ini juga percaya akan kekuatan fiktif yang dibahas dalam film tersebut seperti energi bernama force yang terus diungkit dari film populer tersebut. Energi force itu sendiri dipercaya sebagai energi dari dalam bumi yang berasal dari alam semesta. Dan energi ini hanya bisa dikendalikan oleh para biarawan dari kelompok Jedi. Maka dari itu dalam praktek acara ‘keagamaan’nya mereka sering menggunakan jubah seperti dalam film ini. Bahkan untuk memperkuat ilmu untuk praktek dalam aktivitas keagamaannya, konon sang petinggi agama Jediism ini pun sering mengajak para anggotanya untuk nonton bareng film trilogi Star Wars hingga sebanyak 16 kali berturut-turut. Betapa imajinatifnya kepercayaan unik ini!

3. Happy Science

Nama kepercayaan ini sangat terkesan modern dan penuh kepercayaan yang penuh semangat. Kepercayaan ini sendiri dicetuskan oleh seorang bernama Ryuko Ogawa. Kepercayaan ini dibangun pria optimis ini di Jepang, dengan tujuan untuk membawa misi penting demi memberi kebahagiaan dan aneka kebaikan bagi banyak orang. Pendirinya pun pernah mengatakan bahwa dirinya mengenal dan memiliki relasi dengan sosok-sosok petinggi agama besar seperti Yesus dan Buddha yang dikemukakan pria ini dalam berbagai media seperti film terkenal dan beberapa buku yang cukup laris di pasaran.

Sosok Ryuko Ogawa ini menyebut bahwa dirinya telah mendapat misi penting secara langsung dari sosok-sosok agama yang besar itu untuk membawa kedamaian dan kegembiraan bagi banyak orang. Bahkan demi menjalankan misi ini, Ryuko Ogawa pun mendirikan sebuah partai di Jepang yang dinamai dengan Happy Realization Party.

4. The Church of Euthanasia

Kepercayaan ini merupakan suatu bentuk aktivitas keagamaan yang cenderung menyeramkan. Dengan sedikit pemikiran yang cukup jauh dari realita, kelompok ini dibentuk dari sebuah organisasi politik yang didirikan oleh seorang pendeta wanita bernama Chris Koda. Inti pemikiran dari kepercayaan ini menganggap bahwa segala sesuatu harus dilakukan dengan seimbang, maka dari itu para anggotanya mendapat wahyu sebuah tugas untuk menyeimbangkan kondisi di antara keberadaan manusia, hewan dan faktor alam yang telah tersedia. Karena populasi manusia telah dianggap begitu banyak hingga melebihi kapasitas yang seharusnya, maka para kelompok yang mengakui kepercayaan ini mengkampanyekan untuk mengurangi populasi manusia yang dianggap sebagai pembuat onar dan mengganggu keseimbangan dalam dunia. Akibatnya mereka mencetuskan aneka slogan seperti upaya membunuh dirinya untuk membantu mengurangi populasi manusia yang sudah sedemikian berlebihan dari jumlah yang seharusnya, demi memberi keseimbangan bagi alam dan lingkungan.

Untuk melakukan misi ini, bahkan mereka memberlakukan kegiatan yang ekstrim seperti kanibalisme, bunuh diri hingga praktik aborsi. Akibat dari praktiknya yang agak melanggar prinsip kemanusiaan dan peradaban, kelompok ini layaknya agak menjadi kaum yang dicari-cari keberadaannya oleh pihak keamanan. Namun sayangnya pengendalian dari kelompok ini dikenal agak sulit dilacak, karena sistem keanggotaan dalam kepercayaan ini cukup sulit untuk diidentifikasi bagi pihak diluar kelompok ini.

5. Creativity Movement

Nama kepercayaan ini terkesan seperti sebuah kelompok yang menangani acara tertentu atau model perusahaan berjenis agensi kreatif. Namun sebenarnya kata Creativity yang digunakan mengacu pada sebutan untuk orang berkulit putih sebagai anggotanya. Kepercayaan ini sendiri didirikan oleh seorang pria bernama Ben Klassen pada tahun 1973. Agama ini didirikan khusus untuk menjangkau aneka orang berkulit putih dari berbagai macam latar belakang agama sebelumnya. Sedikit menyerupai kepercayaan dari kaum liberal maupun agnostik, mereka juga percaya bahwa sosok Tuhan dan pencipta dari segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah diri mereka sendiri.

Informasi lebih lanjut mengenai agama ini agak rancu dan kurang begitu diketahui kondisi terbarunya. Setelah kematian dari sosok Ben Klassen sebagai pencetusnya di tahun 1993 pun, kepercayaan ini sudah semakin meredup kabarnya. Ditambah dengan setelah tahun 2003 pada saat jabatan telah dipegang oleh pemimpin agama yang baru untuk menggantikan Ben Klassen, ia ditangkap akibat dituduh dalam rencana pembunuhan.

6. Agama Maradona

Sesuai dengan nama kepercayaannya, agama ini mempercayai bahwa Diego Maradona sang pemain bola terkenal merupakan titisan dari wujud Tuhan yang hadir kedalam dunia ini. Agama ini sendiri lahir pertama kali sejak kelahiran sang sosok pesepak bola terkenal.

Tidak terlalu diketahui siapa pencetus kepercayaan ini, namun mungkin dapat dipastikan bahwa ia adalah pecinta olahraga sepak bola. Beberapa kebiasaan unik yang dimiliki oleh para anggota dari agama ini seperti harus berdoa di depan piala dunia serta bola, untuk lebih menjamin kepastian dari doa tersebut agar bisa dikabulkan. Demikianlah beberapa kepercayaan unik dan aliran agama yang dipercayai di dunia. Anda tertarik untuk mencari tahu lebih lanjut akan jenis kepercayaan unik seperti contoh-contoh ini?