Selain Islam, Agama ini Punya Tradisi Melakukan Puasa

Apa kalian memiliki pikiran jika didunia ini nyatanya terdapat agama selain Islam yang bisa melakukan adanya puasa ? kalau kami hanya memiliki satu perkiraan yakni dari agama Hindu saja, itupun taunya juga karena keseringan nonton film India wkwkwk. Namun pada dasarnya, ada lebih lho agama yang menjalankan tradisi puasa ini. 

Nah dalam agama Islam, para penduduk Muslim akan selalu menjalankan kegiatan puasa di setiap tahunnya. Dimana untuk puasa sendiri akan selalu hadir di Bulan Ramadhan dan sudah menjadi salah satu dari rukun Islam serta sangat wajib hukumnya untuk dijalankan. Jika dilanggar, kalian berhati melakukan hutang puasa dan sesegera mungkin untuk membayarnya agar tidak menjadi dosa nantinya. Namun untuk s128 sabung ayam pengecualian, bagi mereka yang sakit keras dan wanita yang sedang haid, sampai ibu hamil dan menyusui ada hari dimana mereka memang tidak menjalankan ibadah puasa tersebut. 

Puasa sendiri dimaksudkan untuk bisa melatih adanya Kesabaran dan pengendalian atas diri kita masing-masing, hingga mampu untuk meningkatkan adanya rasa syukur. Tradisi puasa sendiri ternyata tidak hanya dilakukan oleh umat Muslim saja, namun dari pemeluk agama lain juga memiliki tradisi puasa. Dimana untuk puasa di dalam agama lain memiliki aturan yang berbeda-beda dengan adanya ajaran Islam. Akan tetapi, memiliki tujuan yang memang hampir sama dengan melatih daya Kedisiplinan dan juga Kesabaran. 

Tradisi Puasa bagi Agama Hindu 

Ini dia agama yang kami ketahui sering melakukan adanya tradisi puasa. Dimana Puasa dalam agama Hindu sendiri sering disebut sebagai Tradisi dari Upawasa. Untuk Upawasa memang ada yang Wajib ada juga yang Tidak wajib atau Sunnah. Upawasa yang wajib umumnya akan disebut sebagai Upawasa Siwaratri, yakni Umat Hindu tidak diperbolehkan untuk bisa makan dan juga minum sampai benar-benar matahari terbit hingga terbenam. Lalu puasa Nyepi, menjadi sebuah tradisi puasa yang bisa kalian lakukan dengan cara tidak makan dan juga minum dari fajar sampai ketemu fajar di esok harinya. Puasa lainnya yang masih dianggap wajib menjadi puasa untuk kalian dalam menebus dosa yang telah dilakukan kurang lebihnya dalam kurun waktu 3 hari – puasa tilem dan juga Purnama. 

Untuk puasa yang tidak wajib dalam agama ini adalah adanya puasa yang dilaksanakan di luar dari ketentuan yang sudah kalian ketahui sebelumnya. Seperti halnya : Hari Suci Odalan, Anggara Kasih dan tentunya pada Buda Kliwon. Puasa ini akan benar-benar diserahkan pada kebijakan masing-masing, apakah itu mau pada siang hari saja atau pada malam hari atau untuk satu hari penuh. Ingat juga, bahwa  untuk pergantian dari hari menurut Hindu adalah dari fajar sampai ketemu fajar lagi. Bukannya terhitung dari pukul 00.00 hingga pukul 12.00 tengah malam hari. Sisanya masuk ke dalam puasa yang memiliki kaitan dengan adanya upacara tertentu. 

Tradisi Puasa bagi Agama Buddha 

Jika Hindu punya tradisi Upawasa, maka agama Buddha juga memiliki tradisi puasa yang dinamai dengan Uposatha. Untuk tanggal puasa yang dijalankan akan bergantung pada aliran Buddha yang diikuti, namun mereka lebih sering melakukan sama-sama dengan mengikuti adanya perhitungan kalender bagi umat Buddhis. Nah ketika berpuasa, nantinya umat Buddha masih boleh untuk minum saja, untuk makan tetap dilarang. 

Untuk melaksanakan adanya 8 aturan selama kalian sebagai umat Buddha yang melakukan Uposatha, biasanya disebut dengan Uposatha-sila yakni : 

  1. Tidak melakukan pembunuhan
  2. Tidak melakukan pencurian
  3. Tidak melakukan kegiatan seksual
  4. Tidak melakukan hal berbohong 
  5. Tidak melakukan makan di siang hari sampai dengan dini hari
  6. Tidak untuk menonton hiburan dan memakai kosmetik
  7. Tidak untuk memakai wangi-wangian dari parfum
  8. Tidak memakai perhiasan bagi tubuh

Untuk jenis puasa lainnya yang bisa dilaksanakan oleh seorang Buddhis adalah puasa Vegetaris atau tidak boleh dalam mengkonsumsi makanan yang memang berasal dari produk hewani dan tidak untuk mengkonsumsi adanya segala macam bawang-bawangan. Puasanya bisa kalian lakukan selama dari tanggal 1 dan tanggal 15 sesuai dari kalender bulan. 

Tradisi Puasa bagi Agama Katolik 

Dan di dalam agama Katolik, terdapat masa puasa Prapaskah yang akan berlangsung dalam kurun waktu 40 hari, dihitungnya mulai dari hari Rabu sampai dengan Hari Jum’at Agung. Di sini Umat Katolik sudah mengenal adanya Istilah yang telah berpantangan langsung dan juga berpuasa. Berpuasa juga wajib untuk mereka yang sudah memiliki usia 18 tahun. Saat berpuasa, mereka ini hanya akan mengizinkan kalian untuk bisa makan sampai kenyang sekali saja dalam kurun waktu sehari. 

Sementara itu, berpantangan juga wajib bagi mereka yang memiliki usia baru menginjak 14 tahun ke atas. Berpantangan ini sudah dilakukan dengan cara menghindari diri dari melakukan berbagai macam hal yang telah disukainya, seperti memakan daging – memakan garam atau sekedar merokok. Berpuasa dan berpantangan sudah menjadi cara untuk kalian dalam mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan juga bisa menyatukan pengorbanan umat Katolik dengan adanya Pengorbanan dari Yesus Kristus pada Kayu Salib. 

Tradisi Puasa bagi Agama Yahudi 

Tradisi puasa atau disebut dengan Ta’nits dalam agama Yahudi ini memang telah dibagi menjadi 2. Yakni adanya puasa pada hari besar dan puasa untuk hari kecil. Pada hari besar, disebutnya dengan Yom Kippur dan juga Tisha B’Av. lalu untuk puasa pada hari kecil sendiri disebut sebagai puasa Ester dan juga puasa Gedhalia. 

Pada saat melakukan puasa, mereka para penganut agama Yahudi ini tidak diperbolehkan untuk makan maupun minum – lalu tidak diperbolehkan untuk berhubungan seks – tidak diperbolehkan juga untuk mengenakan sepatu kulit dan khususnya pada hari Yom Kippur, umat Yahudi tidak diperbolehkan juga untuk menggosok gigi di pagi hari maupun siang hingga malam hari. 

Terkecuali pada saat Yom Kippur, dimana puasa memang tidak boleh untuk dilakukan di hari Sabat. Sehingga jika nantinya puasa selain Yom Kippur ini jatuh di hari Sabat, para Rabbi akan langsung memutuskan hari pengganti dalam melakukan puasa. 

Tradisi Puasa bagi Agama Konghucu 

Puasa yang dijalankan dalam agama atau kepercayaan Konghucu ini menjadi cara untuk bisa mensucikan diri dan juga melatih diri. Baik itu untuk bisa menjaga adanya pola atas perilaku, perkataan, dan agar nantinya diri kalian selaku penganutnya benar-benar dipenuhi atas cinta dan kasih. Puasa Konghucu sendiri memiliki 2 jenis yakni ada : Puasa Rohani dan Puasa Jasmani. 

Untuk Puasa Rohani akan dilakukan dengan tujuan dalam menjaga diri dari berbagai macam hal-hal yang sudah dianggap sebagai Asusila. Sementara untuk Puasa Jasmani telah dilakukan pada bulan Imlek. Puasa ini akan dilakukan dengan cara berpantangan memakan berbagai macam jenis daging secara bertahap. Bisa dimulai sejak sehari, melakukan dua hari dan seterusnya sampai benar-benar bisa berpantangan secara permanen. Nah pada tanggal 8 di bulan pertama Imlek, akan dilakukannya puasa penuh dari pukul 05.30 hingga pukul 22.00. Untuk puasa akan diawali dengan kalian mandi keramas dan terakhir melakukan sembahyang.