Tradisi Religi ini Hanya Ada di Indonesia saja lho !

Indonesia ini kaya sekali akan budaya yang dimiliki nya, karena ada banyaknya budaya yang ada di Indonesia makanya Indonesia ini kaya dengan budayanya. Kebudayaan yang ada di Indonesia ini bersifat religi atau juga bersifat keagamaan dan mulai berkembang baik di nusantara. Selain tradisi ini untuk memperkuat ukhuwah tradisi yang ada di Indonesia ini juga dianggap sebagai syair Islam. Berikut ini ada beberapa tradisi keagamaan yang ada di Indonesia .

Halalbihalal 

Halalbihalal adalah sebuah tradisi yang khas dengan Indonesia yang lahir dari sebuah proses adanya sejarah. Biasanya tradisi halalbihalal ini akan dilakukan pada bulan Syawal atau pada momentum pada Hari Raya Idul Fitri. Halalbihalal akan dilakukan dengan silaturahmi kepada orang orang masih saudara atau kepada orang yang ada di sekitar rumah, tradisi ini akan melakukan maaf-maafan atau saling berjabat tangan. Meski memiliki nama yang agak ke araban, tapi tradisi halalbihalal ini hanya ada dan juga hanya dilakukan  di Indonesia.

Tabot atau Tabuik

Tradisi yang ada di Indonesia yang berikutnya adalah tradisi Tabot atau juga Tabuik tradisi ini merupakan upacara tradisional pada masyarakat Bengkulu. Tabot aksn dilakukan untuk mengenang kisah para kepahlawanan dan juga mengenang kematian Hasan dan Husein bin Ali bin Abi Thalib.

Kedua cucu dari Rasulullah SAW itu telah gugur dalam peperangan yang ada di Karbala, Irak pada tanggal 10 Muharram 61 Hijriah (681 M). Perayaan tradisi Tabot yang ada di Bengkulu pada saat itu dilaksanakan pertama kali oleh seorang Syeikh Burhanuddin yang juga dikenal sebagai seorang Imam Senggolo pada tahun 1685. Syeikh Burhanudin ini lalu menikah dengan wanita asal Bengkulu yang memiliki keturunan, dan keturunannya disebut sebagai keluarga Tabot.

Upacara tradisi Tabot biasanya akan dilaksanakan dari tanggal 1 sampai tanggal 10 Muharram setiap tahunnya. Tabot kini menjadi salah satu festival mpo slot terpercaya yang ada pada tahunan yang sering digelar di Bengkulu.

Sekaten Surakarta

Tradisi Sekaten atau juga sebagai sebuah peringatan yang dinamai dengan Maulid Nabi ini akan dilaksanakan setiap tahun dan akan dilaksanakan di Keraton Surakarta, Jawa Tengah dan juga akan dilaksanakan di Keraton Yogyakarta. Sekaten ini masih dilestarikan sebagai sebuah wujud untuk mengenang para jasa dan juga jasanya para Walisongo yang sudah berhasil menyebarkan agama Islam yang ada di tanah Jawa ini.

Sekaten ini berasal dari kata Syahadatain yaitu kata dua kalimat syahadat. Tradisi sekaten ini dikenal sebagai sarana untuk penyebaran agama Islam yang awalnya hanya dilakukan oleh Sunan Bonang saja tetapi sekarang ini sudah banyak yang menyebarkan nya dengan adanya acara ini warga setempat dapat mengenang para jasa pahlawan.

Pada upacara Sekaten biasanya akan menyuguhkan gamelan pusaka dari peninggalan dinasti kerajaan Majapahit yang telah dibawa ke Demak.

Grebeg 

Grebeg adalah salah satu tradisi yang dilakukan oleh orang yang ada di Keraton Yogyakarta. Grebeg ini pertama kali diselenggarakan oleh Sultan Hamengkubuwono yang ke-1. Biasanya, pada tradisi ini akan dilakukan pada saat Sultan mempunyai hajat atau berupa menikahkan putra mahkotanya. Tradisi Grebeg yang berada di Yogyakarta akan diselenggarakan setiap 3 tahun sekali saja.

Tradisi Grebeg ini pertama kali diselenggarakan pada saat 1 Syawal atau pada Hari Raya Idul Fitri, kedua Grebeg besar biasanya akan diadakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah atau juga pada Hari Raya Idul Adha. Sementara itu Grebeg Maulud akan diselenggarakan pada tanggal 12 Rabiul Awal untuk memperingati adanya Maulid Nabi Muhammad SAW.

Grebeg Besar Demak

Tradisi Grebeg Besar ini salah satu tradisi untuk upacara tradisional yang akan selalu dilaksanakan setiap tahunnya di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Tradisi Grebeg Besar ini biasanya akan dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah yang juga bertepatan pada Hari Raya Idul Adha dan tradisi itu dilakukan oleh warga setempat. Dan pada tradisi ini akan selalu diramaikan oleh warga yang tinggal di sana mau itu dari warga asli Demak atau warga yang pindahan kesana juga akan ramai meramaikan tradisi tersebut.

Kerobok Maulid di Kutai

Tradisi yang selanjutnya adalah Tradisi Krobok Maulid salah satu upacara keagamaan yang berasal dari Kedaton Kutai Kartanegara, berada di Kalimantan Timur. Kerobok ini berasal dari bahasa Kutai yang memiliki sebuah arti berkerumunan atau juga berkerumun. Kerobok Maulid biasanya akan dipusatkan di halaman Masjid Jami’ Hasanuddin yang ada di Kedotan Kutai Kartenegara, Tenggarong dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad pada setiap tanggal 12 Rabiulawwal.

Pada Tradisi ini biasanya akan selalu diawali dengan pembacaan zikir barzanji oleh warga setempat. Kemudian akan diisi dengan persembahan yang ada  dari Keraton Sultan Kutai serta juga pada prajurit Kesultanan yang membawa usung-usungan yang berisi kue-kue tradisional, dan juga ada yang berisikan bunga rampai dan juga bunga astagona.

Rabu Wekasan

Rabu Wekasan ini salah satu tradisi yang ada di Desa Air Anyir dan pada tradisi ini sering dilaksanakan di desa tersebut, berada di Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Bangka Belitung. Biasanya pada tradisi ini akan dilakukan tiap hari Rabu pada akhir bulan Safar. Warga setempat akan menyiapkan makanan ketupat, air untuk minum dan berbagai makanan untuk dimakan oleh mereka merayakan tradisi tersebut. Mereka juga akan berdoa memohon pelindungan kepada Allah dan juga meminta kepada Allah untuk dijauhkan dari macam bala atau musibah yang akan menimpa kalian. Sebisa mungkin untuk kalian melakukan tradisi ini dan melakukan berbagai doa untuk keselamtan kalian dan keselamatan anggota keluarga kalian, ada juga yang berdoa untuk semua keluarga yang mereka miliki mau itu dari yang jauh ataupun yang dekat sekalipun mereka akan memanjat kan doa kepada Allah SWT.

Dugderan Semarang

Dugderan adalah  salah satu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Semarang, Jawa Tengah tradisi ini dilaksanakan dalam menyambut dan juga untuk memeriahkan masuknya bulan suci Ramadhan. Tradisi yang dijalankan oleh orang Semarang ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Pada festival dugderan akan dilakukan dengan cara memukul bedug atau juga membuat bunyi-bunyian dari apapun itu alatnya seperti masyarakat sekitar nya akan membakar mercon dan juga menyalakan kembang api ketika menjelang masuknya waktu untuk shalat magrib atau juga ketika pada saat masuknya 1 Ramadhan. Bisanya tradisi ini akan diramaikan oleh warga setempat yang ada di kota semarang, bahkan bukan hanya warga aslinya saja yang merayakan tradisi tersebut tapi juga banyak orang yang singgah di sana atau anak yang kost karena kuliah di semarang juga akan ikut gabung untuk bergabung merayakan tradisi Dugderan ini. Kegiatan yang ada ini untuk meramaikan dan juga sudah menjadi kebiasaan bagi warga setempat untuk dilakukan.